Integrasikan Data Riset Veteriner, BBLitvet Luncurkan InBIG of IRCVS

0
28
Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) platform Integrated of Big Data of Indonesian Research Center for Veterinary Science (InBIG of IRCVS) di Bogor, Kamis (5/11/2020)

BOGOR, Sains Indonesia – Balai Besar Penelitian Veteriner (BBLitvet) memiliki banyak data penelitian veteriner yang terpublikasi sejak lembaga ini berdiri pada 1908. Kini, data-data tersebut terintegrasi dalam sebuah platform Integrated of Big Data of Indonesian Research Center for Veterinary Science (InBIG of IRCVS).

Kepala BBLitvet, DR. drh. NLP Indi Dharmayanti, M.Si mengungkapkan InBIG of IRCVS merupakan terobosan inovasi dalam wadah platform sistem informasi yang terintegrasi terkait big data yang ada di BBLitvet. Data penelitian veteriner dari sebelum Indonesia merdeka hingga sekarang terintegrasi menjadi suatu platform yang dapat diakses secara global melalui melalui http://inbig.bblitvet.net.

Data yang ada di InBIG of IRCVS, terangnya, merupakan data-data yang sudah terpublikasi secara nasional maupun internasional dan sudah di-review oleh para pakar sehingga data-data yang ditampilkan berdasarkan science base evidence.

“Hal ini untuk menjawab tantangan terhadap munculnya banyaknya penyakit-penyakit baru terkait zoonosis yang nantinya bisa berpotensi menjadi pandemi baru,” kata Indi saat sosialisasi dan peluncuran InBIG of IRCVS secara daring pada Kamis (5/11/2020).

Kehadiran InBIG of IRCVS diharapkan dapat memperkuat kapasitas BBLitvet sebagai institusi riset veteriner di tengah arus globalisasi. “Sebagai lembaga riset yang mempunyai mimpi untuk bertransformasi menjadi lembaga riset berkelas internasional, kami ingin berkiprah secara nyata di dunia riset veteriner di tingkat internasional,” lanjutnya.

Lebih lanjut Indi menerangkan bahwa InBIG of IRCVS mengintegrasikan data riset veteriner yang mencakup tiga data besar yaitu sourcing-absorptive capacityresearch and development capacity, dan disseminating capacitySourcing-absorptive capacity merupakan kemampuan lembaga dalam mengakses informasi teknologi, mengefisienkan penggunaan sumberdaya yang ada, dan mencegah terjadinya tumpang tindih riset.

Research and development capacity merupakan kemampuan lembaga untuk meningkatkan kapasitas Iptek melalui potensi adopsi, adaptasi, dan pengembangan teknologi untuk peningkatan daya saing barang dan/atau jasa melalui optimalisasi input, proses, dan pengelolaan industri. Sementara disseminating capacity merupakan kemampuan untuk mendiseminasikan hasil-hasil riset yang kemanfaatannya dirasakan oleh pengguna teknologi yaitu masyarakat, industri, swasta, pemerintah

“InBIG of IRCVS dapat memberikan berbagai informasi terintegrasi tentang riset veteriner yang dapat diakses secara global dan dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan, informasi, data penyakit hewan, advanced technology, fasilitas laboratorium, fasilitas sarana dan prasarana, invensi, inovasi, lisensi, hasil riset, rencana, program penelitian dan informasi terkait veteriner lainnya,” ungkapnya.

Indi berharap kehadiran InBig of IRCVS dapat menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan pengguna atau stakeholder internasional untuk terbangunnya kolaborasi internasional yang lebih baik sehingga BBLitvet sejajar dengan lembaga riset veteriner di dunia internasional.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Fadjry Djufry M.Si. melalui rekaman video menyambut baik hadirnya InBig of IRCVS sebagai platform yang mengintegrasikan hasil-hasil riset veteriner dan diseminasi hasil riset yang sudah dicapai BBLitvet.

“Sehingga kita semua mengetahui sejauh apa penelitian veteriner di Indonesia. Harapannya tidak adalagi tumpang tindih riset,” tuturnya.

Fadjry juga berharap InBig of IRCVS ini bisa terintegrasi dengan riset veteriner yang ada di perguruan tinggi maupun lembaga riset lain di dalam maupun luar negeri. “Harapan saya implementasi dari platform ini bisa bermanfaat untuk kemajuan penelitian veteriner di Indonesia,” tutup Fadjry.

Sosialisasi dan peluncuran InBig of IRCVS ini dihadiri oleh stakeholder dari berbagai institusi lingkup Kementerian Pertanian, lembaga riset, perguruan tinggi, Kementerian Kesehatan, Lembaga Pemerintah (TNI/POLRI), asosiasi, Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PB PDHI), peneliti, dan lain sebagainya.

Seusai peluncuran InBIG of IRCVS dilaksanakan pemaparan materi terkait penyakit Nipah dan Hendra oleh Peneliti Virologi BBLitvet, drh. Indrawati Sendow, M.Sc  serta pakar Nipah dunia, Hume Field, BVSc, PhD MACVS yang merupakan Adjunct Professor University of Queensland Australia.

Setia Lesmana

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini