Kemenko Marves Dorong Peningkatan PDB Maritim

0
22
Kepala Biro Perencanaan Kemenko Marves, Arif Rahman (tengah). (foto:kemenkomarves)

Sektor Kemaritiman diharapkan bisa berkontribusi lebih besar bagi perikanan nasional. Pencapaian kinerja yang lebih baik menjadi kunci peningkatan kontribusi tersebut.

UBUD, Sains Indonesia – Kepala Biro Perencanaan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Arif Rahman meminta seluruh punggawa Kemenko Marves bekerja keras meningkatkan kinerjanya. Hal itu menjadi kunci bagi peningkatan kontribusi sektor maritim bagi produk domestik bruto (PDB) nasional.

“Sektor perikanan, jasa lingkungan dan sektor kehutanan diharapkan bisa meningkat signifikan dan menjadi penyelamat perekonomian nasional,” kata Arif saat memberi pengarahan secara virtual pada Rapat Kerja Deputi IV Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan di Ubud, Bali, Jumat (6/11/2020).

Arif menegaskan bahwa kontribusi PDB Maritim ini sangat memengaruhi perekonomian, khususnya perekonomian maritim. Dalam Renstra Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi 2019-2024 dicantumkan pertumbuhan PDB Maritim sebagai Indikator Kinerja Utama (IKU) untuk perspektif stakeholder.

Lebih lanjut Arif memotivasi seluruh jajaran Deputi IV Kemenko Marves agar bisa menorehkan prestasi seperti yang diraih Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang memperoleh nilai A pada sistem SAKIP mereka selama empat tahun berturut-turut. Mereka mempermudah pemantauan kinerja mereka dengan mengembangkan aplikasi digital guna mengunggah Perjanjian Kinerja (PK), Perencanaan Strategis (Renstra), serta laporan evaluasi dari setiap pegawai.

Aplikasi digital ini digunakan untuk mengintegrasikan seluruh informasi yang dimiliki oleh Pemkab. Arif mengingatkan, hal paling utama dalam SAKIP adalah integrasi informasi dari setiap rencana serta laporan kegiatan yang telah dilakukan.

“Yang harus diperhatikan pertama perencanaan dari setiap kegiatan yang akan dilakukan. Setelahnya adalah sistem data yang baik, sehingga dapat dipastikan bahwa data yang dibutuhkan harus tersedia tepat waktu,” tegasnya.

Selain itu, 30% komponen utama dari SAKIP adalah perencanaan. Dimana perencanaan merupakan tahapan awal dalam pembangunan daerah. Salah satu contoh perencanaan yang dilakukan adalah pembuatan Standard Operating Procedure (SOP), dalam setiap kegiatan. Arif menyebutkan, sistem yang dibangun secara baik bisa memudahkan capaian kinerja.

Setia Lesmana

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini