Indonesia Siap Produksi Kapal Selam Canggih Tanpa Awak

0
88

Indonesia pernah menjadi negara yang digdaya armada lautnya. Bahkan pernah mempunyai armada bawah laut terkuat di kawasan Asia Tenggara pada era 1960-an dan menjadi satu-satunya negara di belahan selatan yang punya 12 kapal selam kelas Whiskey buatan Uni Sovyet.

Di awal dekade 1960-an, armada 12 kapal selam Indonesia memicu efek gentar luar biasa pada negara-negara tetangga. Kapal-kapal selam Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berani menyusup sampai perairan Darwin di wilayah utara daratan Australia. Hal itu diceritakan Mantan Menko Maritim, Indroyono Soesilo dalam buku Kapal Selam Indonesia terbitan 2008.
Indroyono mengatakan Indonesia idealnya Indonesia memiliki sedikitnya 12 kapal selam untuk menjaga wilayah perairannya. Sejauh ini, Indonesia baru memiliki 5 kapal selam dan tinggal 4. Kapal selam yang dimiliki Indonesia adalah KRI Cakra 401, KRI Nagapasa 402, KRI Ardadedali 404, dan KRI Alugoro 405.

Ia menjelaskan kapal selam bisa mengawasi kawasan yang tidak bisa dijangkau oleh kapal patroli. Dia mencontohkan seperti laut lepas dalam 300 mil Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Setidaknya terdapat tiga wilayah perairan yang mesti diawasi. Wilayah tersebut, antara lain, perairan sekitar laut China Selatan atau Natuna Utara, Laut Hulu yang berbatasan dengan Filipina, dan sekitar kepulauan Maluku atau utara pulau Papua.

Di awal dekade 1960-an, armada 12 kapal selam Indonesia memicu efek gentar luar biasa pada negara-negara tetangga. Kapal-kapal selam Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berani menyusup sampai perairan Darwin di wilayah utara daratan Australia. Hal itu diceritakan Mantan Menko Maritim, Indroyono Soesilo dalam buku Kapal Selam Indonesia terbitan 2008.

Indroyono mengatakan Indonesia idealnya Indonesia memiliki sedikitnya 12 kapal selam untuk menjaga wilayah perairannya. Sejauh ini, Indonesia baru memiliki 5 kapal selam dan tinggal 4. Kapal selam yang dimiliki Indonesia adalah KRI Cakra 401, KRI Nagapasa 402, KRI Ardadedali 404, dan KRI Alugoro 405.

Ia menjelaskan kapal selam bisa mengawasi kawasan yang tidak bisa dijangkau oleh kapal patroli. Dia mencontohkan seperti laut lepas dalam 300 mil Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Setidaknya terdapat tiga wilayah perairan yang mesti diawasi. Wilayah tersebut, antara lain, perairan sekitar laut China Selatan atau Natuna Utara, Laut Hulu yang berbatasan dengan Filipina, dan sekitar kepulauan Maluku atau utara pulau Papua.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia edisi Juni 2021

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini