Inovasi dari Limbah FABA

0
19

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menciptakan inovasi dari limbah abu batubara. Abu hasil pembakaran batubara diolahnya menjadi beton berongga untuk material konstruksi. Inovasi ini diharap bisa mengatasi timbunan limbah abu batubara dan mengubahnya menjadi lebih bernilai.

Produksi limbah abu batubara di Indonesia, baik abu terbang maupun abu padat (fly ash dan bottom ash/FABA) terus meningkat, menciptakan timbunan yang semakin tinggi. Pada 2021, potensi FABA ditaksir mencapai 16,2 juta ton.

Bila tidak dikelola secara tepat, limbah tersebut bisa semakin mencemari lingkungan. FABA sudah dikeluarkan dari kategori limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dengan harapan limbah ini dapat dikelola secara lebih baik.

Kepala Pusat Penelitian Metalurgi dan Material Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nurul Taufiqurochman menyebut, dengan dikeluarkannya FABA dari limbah B3, izin dari pemanfaatan limbah itu pun diharapkan bisa lebih mudah.

“Sebenarnya kandungan yang ada di FABA masih di bawah ambang batas yang ditentukan sehingga aman untuk dimanfaatkan. Yang berbahaya justru jika tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi timbunan,” ujarnya.

Mencoba mancari solusi atas masalah tersebut, tim peneliti di LIPI berupaya mengembangkan beragam inovasi dari limbah FABA. Salah satunya mengolahnya menjadi beton berongga.

Artikel selengkapnya dapat Anda baca di Majalah Sains Indonesia edisi Mei 2021

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini